Dalam Sebuah Lagu



29 Juni 2020

Apakah kau juga pernah mengalami hal yang sama denganku ini? Sebuah lagu dapat membuat kita teringat akanmoment ataupun kejadian yangpernah terjadi entah itu kegembiraan, kesedihan, pun perjuangan dalam hidup. Aku akan memutar beberapa lagu berulang-ulang saat menyukainya, dan terkadang itulah yang menyebabkan lagu itu memiliki makna tersendiri saat berputar disuatu hari yang akan datang.
Malam ini, atau lebih tepatnya dini hari ini lagu Secukupnya dari Hindia berputar begitu saja dari playlist spotify-ku. entah rasanya hatiku sesak, sedih, dan bisa merasakan hari-hari itu. Hari dimana aku harus berlarian mengejar transjakarta dari tangerang menuju kampus, mengerjakan deadline aplikasi yang harus tuntas sebelum sidang, mengejar tanda tangan dosen untuk revisi, menyelesaikan jurnal dan laporan untuk perpustakaan. dan hingga lupa sudah berapa hari aku tak dapat tidur dengan tenang. seolah jika aku tidur, maka laporan-laporan itu akan menghantuiku dalam mimpi-mimpi panjang yang masih juga belum selesai.

Lagu secukupnya ini kuputar berulang-ulang saat itu, bersedihlah secukupnya, nanti kan ada penggantinya.

cerita seputar skripsi mungkin bagi orang lain hal yang biasa, tapi saat itu aku benar-benar dalam masa yang tidak tenang. pekerjaan kantor sedang banyak-banyaknya, dan aku sangat lelah untuk mengerjakan laporan-laporan sialan itu malam harinya. aku muak untuk bahkan membuka folder bernama skripsi itu. dua bulan pertama di semester 8 aku hampir putus asa untuk memperpanjang semester ke 9. namun aku urungkan niat itu karena aku tak ingin merumitkan urusan sendiri dan berjuang sendirian disaat teman-temanku yang lain sudah selesai dalam masa itu.

Semua ini akan berakhir, akan terlewati. Seorang temanku menasihatiku, kerjakan pelan-pelan pasti bisa nit, kamu pasti bisa. aku masih teringat pesan singkat itu, yang dia kirimkan padaku sesaat setelah aku bertanya tentang instalasi xampp yang masih saja gagal. kala itu kawan-kawanku yang lain sudah memulai untuk pembuatan aplikasi mereka masing-masing, namun aku malah baru memulai instalasi xampp yang sejak beberapa hari masih saja gagal.
aku bertanya pada kawanku, dan sarannya ternyata berhasil. aku sangat berterimakasih dan dia menasihatiku untuk melakukannya pelan-pelan. saat itu tangisku pecah, aku tahu aku harus berjuang sendiri untuk menuntaskan apa yang aku mulai ini. kawan-kawanku juga melakukan perjuangannya masing-masing, aku tidak bisa meminta tolong pada siapa-siapa jika tidak berusaha sendiri.

-tobecontinue-

Post a Comment

Copyright © Journal by Nita. Designed by OddThemes